TEKS SEJARAH KOTA SURABAYA - MICHELLIA MELIFICA 12 AKL

Patung Sura dan Baya

    Kota Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang berada di Provinsi Jawa Timur. Surabaya yang dikenal sebagai kota Pahlawan ini berdiri pada 31 Mei 1293. Surabaya sudah ada cukup lama selama 728 tahun. Surabaya adalah kota terbesar dan tertua di Indonesia, dengan total luas 330,45 km2 dan jumlah penduduk lebih dari 3 juta orang di malam hari dan lebih dari 5 juta orang di jam kerjaSurabaya terletak di timur laut Pulau Jawa. Surabaya merupakan pelabuhan laut dengan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pelabuhan utama. Pelabuhan Tanjung Perak berfungsi sebagai hub atau pusat untuk pengiriman antar pulau di wilayah Indonesia Timur.

    Nama Surabaya pun muncul dalam Nagarakretagama, pidato Raja Hayamwuruk dari Kerajaan Majapahit yang ditulis pada daun lontar di 1365. Kata Surabaya (bahasa Jawa KunoŚūrabhaya) sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air. Selain itu, kata Surabaya juga muncul dari mitos/cerita rakyat yaitu pertempuran antara ikan sura/suro (ikan hiu) dan baya/boyo (buaya) yang menimbulkan dugaan bahwa nama "Surabaya" terbentuk setelah terjadinya pertempuran tersebut. Menurut mitos, dua hewan ini adalah binatang paling kuat yang juga menjadi simbol kota Surabaya sampai saat ini. Pendapat lain mengatakan, bahwa nama Surabaya juga diambil dari istilah Sura Ing Baya, yang berarti "berani menghadapi bahaya".


Peperangan antara Raden Wijaya dan Pasukan Mongol, China

    Berdirinya kota Surabaya tidak lepas dari peristiwa peperangan antara Raden Wijaya dengan pasukan Mongol, China. Pertempuran tersebut terjadi pada 31 Mei 1793 di Jawa, Surabaya. Pada pertempuran tersebut, Raden Wijaya yang merupakan pendiri dan raja pertama Kerajaan Majapahit mampu mengalahkan pasukan Mongol. Raden Wijaya menjadi raja pertama Kerajaan Majapahit pada 10 November 1293. Akibat kekalahan tersebut, pasukan Mongol terpaksa mundur ke laut dalam kejaran pasukan Majapahit dan meninggalkan tanah Jawa, Surabaya. Lalu, pasukan Mongol pun kembali ke China.

    Pada akhirnya, peristiwa tersebut pun dijadikan sebagai tanggal berdirinya Kota Surabaya. Kedatangan pasukan Mongol ke Jawa, Surabaya awalnya untuk menyerang Kerajaan Singasari. Karena penguasa Mongol, Kubilai Khan marah dengan perlakukan Raja Singasari, yakni Kertanegara. Di mana Kertanegara telah menyiksa dengan memotong telinga utusan Mongol pada tahun 1289. Kemudian,  Kubilai Khan mengirimkan ekspedisi besar ke Jawa, Surabaya sebagai ungkapan kemarahannya. Ekspedisi tersebut ditujukan untuk menghukum Raja Kertanegara. Namun, sebelum pasukan Mongol tiba di Jawa, Surabaya, Raja Kertanegera sudah terbunuh akibat pemberontakan Jayakatwang, Bupati Gelang-Gelang, yang merupakan sepupu, ipar, sekaligus besannya sendiri. Akibatnya, kerajaan Singasari lengser antara tanggal 18 Mei 1292 dan 15 Juni 1292 akibat pemberontakan. Sejarawan juga percaya bahwa armada Kubilai Khan dipukuli di sekitar area pelabuhan Surabaya di 1293.

Perjuangan Arek-Arek Suroboyo Melawan Sekutu

    Surabaya juga dikenal dengan peristiwa lainnya, yaitu kisah heroik arek-arek Suroboyo yang melawan sekutu di pertempuran Surabaya. Sejak awal berdirinya kota Surabaya, kota ini memiliki sejarah yang  panjang dengan nilai-nilai heroismenya. Heroisme mesyarakat Surabaya yang paling terkenal adalah pertempuran 10 November 1945. Pertempuran tersebut merupakan pertempuran pertama bangsa Indonesia setelah hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pada pertempuran tersebut, arek-arek Suroboyo (sebutan orang Surabaya) dengan bekal bambu runcing pun berani melawan sekutu, pasukan penjajah. 

    Peristiwa bersejarah ini, dipicu oleh tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby, dalam pertempuran di Surabaya, Jawa Timur. Dalam peperangan itu, Mallaby tewas terpanggang di dalam mobil yang ditumpanginya. Hal ini diduga akibat terkena lemparan granat saat melintas di depan Gedung Internatio. Komandan Angkatan Perang Inggris di Indonesia, yaitu Jenderal Christison menyebutkan bahwa tewasnya Mallaby sebagai salah satu pembunuhan yang kejam. Dia menyatakan bahwa ia akan menuntut balas terhadap rakyat Indonesia, dan Surabaya khususnya. Pucuk Pimpinan Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI), Bung Tomo mengatakan bahwa rakyat Indonesia tidak takut dengan ancaman Christison yang akan menuntut balas dendam. Dia juga melihat, di balik pernyataan Christison yang ingin menurunkan kekuatan militernya secara penuh, untuk menggempur rakyat Indonesia yang sedang berjuang mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamirkannya itu, terdapat satu muslihat licik. Dalam hal ini, Bung Tomo teringat perang Jepang melawan China, tahun 1931. Ketika itu, Jepang ingin menguasai Manchuria, Tiongkok. Dalam pertempuran dengan rakyat Tiongkok itu, opsir Nippon Nakamura tewas. Akibat tidak terima serdadunya tewas, Jepang mengancam akan menuntut balas.

    Mula-mula, perasaan rakyat Jepang untuk menuntut balas yang dikobarkan. Lalu, dari berbagai penjuru, tentara Nippon menyerang dan mencaplok seluruh wilayah Mansuria. Satu serdadu Nippon tewas, seluruh wilayah Mansuria dikuasai. Dengan tewasnya Mallaby, Bung Tomo khawatir pihak Belanda memakai Inggris untuk mencaplok kawasan Surabaya, seperti Jepang menguasai Manchuria, Tiongkok saat perang melawan China.

    Kekhawatiran itu pun terbukti benar. Pihak Belanda melalui Inggris mengultimatum pemerintah Indonesia yang baru terbentuk untuk menyerahkan diri dengan meletakan senjata dan mengangkat tangan tinggi-tinggi. Dalam selebaran yang disebar melalui udara, Komandan Angkatan Perang Inggris di Jawa Timur, Mayor Jenderal Mansergh meminta seluruh pimpinan Indonesia, pemuda, polisi, dan kepala radio Surabaya menyerahkan diri ke Bataviaweg atau Jalan Batavia pada 9 November 1945. Penghinaan itu kontan membuat dada para pejuang kemerdekaan terbakar. Dengan cepat, BPRI memberikan pelatihan kilat perang gerilya. Terutama tentang tata cara penggunaan senjata hasil rampasan pasukan Nippon.

    Perlu diketahui, pada zaman itu banyak pejuang rakyat yang belum mengerti tata cara menggunakan senjata rampasan. Hingga akhirnya, tidak jarang senjata itu memakan tuannya sendiri, dan otomatis merugikan perjuangan kemerdekaan. Setelah mendapatkan pelatihan yang cukup, secara bergantian mereka memberikan pengajaran kepada teman-temannya. Mereka kemudian dikenal dengan sebutan "pasukan berani mati".

    Di antara kelompok pejuangan itu, terdapat bukan hanya rakyat Surabaya. Tetapi, pejuang dari Sumatera, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, Bali, para kiai dan alim ulama dari berbagai Pulau Jawa, serta  anak-anak, pemuda, pemudi, dan orang tua, semua terjun ke medan perang. Di tengah situasi genting itu, Gubernur Jawa Timur, Suryo berpidato di corong radio meminta rakyat untuk bersabar dan menunggu keputusan dari pemerintah pusat di Jakarta. Karena ultimatum itu, ditunjukkan kepada Republik yang baru berdiri. Tetapi, Jakarta menyerahkan keputusan yang diambil kepada pemerintah daerah dan rakyat. 

    Akhirnya, Gubernur Suryo kembali berpidato dan meminta rakyat mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamirkan. Hingga 10 November 1945 pagi, rakyat yang siap angkat senjata pun masih menunggu. Sampai akhirnya tersiar kabar, sekitar pukul 09.00 WIB lebih, seorang pemuda melaporkan terjadi penembakan oleh pasukan Inggris.

    Peristiwa yang ditunggu-tunggu pun tiba. Masing-masing pasukan pemuda, dikerahkan ke pos dan pangkalan yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Pertempuran hebat pun terjadi. Moncong senjata memuntahkan pelornya. Segenap rakyat berjuang bersama. Tidak ada perbedaan golongan, tingkatan, agama, dan paham. Ketika satu Indonesia terancam, satu bangsa Indonesia akan membelanya.

    Inilah hakikat dari peristiwa bersejarah itu. Di mana semua rakyat menjadi satu, dan melupakan semuanya, kecuali Republik Indonesia. Perorangan tidak berlaku pada hari itu. Pemerintah, tentara, rakyat, melebur jadi satu.

    Dalam peristiwa 10 November ini ada puluhan ribu warga meninggal saat berjuang membela tanah air Indonesia. Peristiwa heroik tersebut kemudian dikenal sebagai peringatan Hari Pahlawan yang diperingati setiap tahunnya pada 10 November. Hal ini yang membuat Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan. Orang-orang dari etnis yang berbeda yang datang dari bagian timur Indonesia, seperti Madura, Bali, dan lain-lain telah mengunjungi dan tinggal di Surabaya.  Selain dua kelompok etnis yang disebutkan di atas, orang-orang Cina, Arab, dan India keturunan juga mendiami kota bersama dengan masyarakat Surabaya asli (Jawa), membuat Surabaya menjadi kota multi-etnis dan multi-agama.

    Berdasarkan teks sejarah diatas, saya ingin menyampaikan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia harus mencintai tanah air kita yang sudah merdeka dan diperjuangkan oleh para pahlawan Indonesia dengan segala tumpah darah. Kita sebagai pemuda-pemudi penerus bangsa harus memiliki sikap patriotisme atau sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Jayalah Indonesiaku!

Komentar

  1. Struktur dan kaidah kebahasaannya dah bener, ada amanatnya juga di akhir🤩👍 saran untuk teks jangan diberi blok warna hehe semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk kritik dan sarannya, Chintia🙏 Semangat juga untuk kamu 😀😊

      Hapus
  2. Wah, teks sejarahnya sangat menjelaskan atau mendeskripsikan judulnya yaitu Patung Sura dan Baya. Struktur teks menurut saya juga sudah baik dimana terdapat orientasi, urutan peristiwa, dan sedikit reorientasi. Mungkin masih ada beberapa kekurangan di bagian kaidah kebahasaan seperti tidak adanya kalimat langsung maupun kalimat tidak langsung, dan lain-lain. Sehingga alangkah lebih baiknya apabila teks sejarah ini memiliki kaidah kebahasaan yang lebih lengkap. Mohon maaf apabila perkataan saya ada menyinggung. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk kritik dan sarannya, Caroline🙏😊

      Hapus
  3. Menurut saya, teks ini dibuat dengan baik. Ternyata hebat sekali ya jasa-jasa para pahlawan kita. Kita juga harus meniru sikap patriotisme para pahlawan kita nih. Semangat.

    BalasHapus
  4. Wih keren sekali Michell mampu menyampaikan sejarah dari kota Surabaya dengan sangat baik. Terus kembangkan minat sastra dan penulisannya ya!🤩. Pesan yang disampaikan oleh Michellia juga sangat menyadarkan bahwa kita harus mencintai tanah air kita. Top deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk kritik dan saran Anda 🙏 Kamu juga top deh 😊😆

      Hapus
  5. wah teksnya bagus jadi tahu tentang kota Surabaya dan sudah sesuai dengan strukturnya, namun untuk kaidah kebahasaannya bisa lebih diperhatikan lagi ya. Tetapi secara keseluruhan teksnya sudah baik. Semangat yaa dalam membuat karya-karya selanjutnya !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk kritik dan sarannya, Sherly🙏 Semangat juga untuk kamu

      Hapus
  6. wow semua strukturnya sudah tersusun dengan baik dan pesan-pesan yang diberikan juga sangat bermakna, kerenn banget dan semangatt!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk kritik dan sarannya, Jovanka🙏 Semangat juga untuk kamu!

      Hapus
  7. Wahh teksnya sangat bagus dan menarik! Jadi tau lebih banyak tentang kota Surabaya. Untuk kaidah kebahasaannya bisa diperhatikan lagi yaa, ada beberapa kaidah yang terlewat. Semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk kritik dan sarannya, Collen🙏 Semangat juga untuk kamu!

      Hapus
  8. Dari segi struktur sudah bagus dan lengkap, perlu diperhatikan kembali terdapat kata" yang masih typo seperti patriotsme harusnya patriotisme 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk kritik dan sarannya, Via🙏 Sudah diperbaiki ya:)

      Hapus
  9. Teksnya sangat informatif dan nambah ilmu sekali terkait sejarah Surabaya di Indonesia negara kita ini, secara keseluruhan sudah sangat baik sekali, saran untuk kedepannya mungkin setiap paragraf bolh dibuat menjorok ke dalam agar mudah mengetahui alinea setiap paragrafnya. Semangat berkarya !!

    BalasHapus
  10. wow rapih dan penjelasan nya juga lengkap! tapi ada sedikit saran dsri saya, sebaik nya untuk penulisan teks nya menggunakan warna yang sedikit lebih gelap agar lebih mudah untuk terbaca. Untuk keseluruhan nya sudah bagus, terima kasih atas penjelasan nya.. semangat terus yaa! ✨

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk kritik dan sarannya, Claudya🙏 Sudah diperbaiki ya:)

      Hapus
  11. Wah teksnya membuat saya menjadi menambah wawasan tentang surabaya. Struktur sudah baik, tetapi kaidah kebahasaannya sepertinya perlu diperhatikan lagi. Untuk teksnya juga enak dilihat sehingga menarik untuk dibaca

    BalasHapus
  12. Wow teksnya sangat rapi dan terstruktur. Ceritanya juga menarik sekalii

    BalasHapus
  13. teksnya cukup lengkap ditambah dengan gambar jadi sangat menarik, namun untuk kerapihan paragraf sedikit diperhatikan lagi ya!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk kritik dan sarannya, Mischelle 🙏

      Hapus
  14. waahh keren banget teks sejarahnya lengkap dan informatif! secara keseluruhan sudah baik, semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk kritik dan sarannya, Renallda🙏

      Hapus
  15. waahh keren banget teks sejarahnya lengkap dan informatif! terstruktur dan rapih juga!

    BalasHapus
  16. Wawww keren sekali kawan, jujur aku yang belum pernah ke Surabaya, jadi tau lebih banyak informasinya, struktur teksnya juga sudah benar, pokoknya good job dehh, hwaiting chingu!!!

    BalasHapus
  17. strukturnya sudah oke dan sudah menarik nih teks sejarahnya terlebih ada pesan di akhir. kerenn 👍🏻

    BalasHapus
  18. Wah keren banget dan sangat bermanfaat serta teksnya terstruktur sehingga menarik untuk dibaca.

    BalasHapus
  19. Teksnya sangat menarik dan lengkap, saya mendapat pengetahuan baru mengenai kota Surabaya.

    BalasHapus
  20. wahh, teksnya sangat informatif, menarik sekali yaa dan sudah sesuai dengan strukturnya. semangat yaa!

    BalasHapus

Posting Komentar